Jenis Phobia Traveler Saat Traveling: Jangan Menjadi Penghambat Saat Menikmati Liburan - Masgunggoyo

Jenis Phobia Traveler Saat Traveling: Jangan Menjadi Penghambat Saat Menikmati Liburan

Melakukan perjalanan ke luar negeri memang semua traveler menyukai bahkan menjadi destinasi yang sangat dinanti dan dipersiapkan jauh-jauh hari dengan rencana yang sangat matang dan akan menjadi idaman bagi semua orang. Tetapi apa daya ada beberapa trauma phobia yang telah menjadi pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan yang sebagian traveler merasakannya akan selalu dihindari agar ketakutan yang akan menghantui selama traveling tidak ada di depan mata. Apa saja trauma phobia yang pernah dirasakan oleh rekan yang menjadi momen yang tak akan terlupakan bahkan ada yang berfikir untuk menghindari agar rasa ngeri dan tidak nyaman ini saat traveling. Berikut penjelasannya:

Poto credit: medium.com

#1. Phobia Naik Pesawat.
Traveler yang merasakan fenomena ini pasti ada dimana saat pengalaman awal sebelumnya terjadi hal yang diluar dugaan yaitu tubulensi yang cukup tinggi mengakibatkan guncangan pesawat yang sangat tinggi mengakibatkan isi kabin penumpang menjadi berantakan, bahkan ada juga traveler yang selamat dari kecelakaan pesawat yang mendarat emergency di bandara bahkan di permukaan air mengakibatkan trauma yang tidak berkesudahan sehingga memberikan ketakutan tersendiri disaat melihat pesawat udara. Dengan trauma ini memang agak sulit diajak traveling bareng menggunakan pesawat udara, jika memungkinkan harus menggunakan perjalanan darat untuk menikmati traveling ini. 

#2. Phobia Naik Ketinggian Acrophobia.
Tidak hanya itu saja, ada juga traveler yang sangat takut dengan ketinggian walaupun tidak begitu tinggi untuk sebagian orang tetapi menurut traveler ini sangat menyiksa. Dengan fenomenana seperti ini akan menghasilkan ketakutan setiap melihat objek wisata yang mempunyai ketinggian sehingga sebelum melangkah kesana saja telah mengeluarkan keringat dingin, cemas yang sangat berlebihan, hingga menimbulkan gemetar yang cukup tinggi sehingga traveler ini terlihat pucat bahkan terlihat pucat. Destinasi wisata yang selalu dihindari oleh traveler ini sudah tentu pasti Menara Petronas, Monas, jembatan kaca di ketinggian, hingga menara lainnya mempunyai ketinggian tinggi. Walaupun phobia ini cukup menyiksa traveler ini tetapi jika dilakukan pengobatan oleh dokter ahli seperti Psikologi akan merubah hidupnya hingga dapat melanjutkan perjalanan ke tempat yang menguji adrenalin.



#3. Phobia Terhadap Udara Dingin.
Ada lagi traveler yang mempunyai phobia atau trauma dengan udara dingin disebut juga dengan Cryophobia. Rasa takut terhadap suasana udara dingin dan akan merasa cemas jika berada di zona ini. Memang dengan fenomena ini akan menjadikan traveler akan membatasi diri untuk datang ke tempat wisata yang banyak berhubungan dengan udara dingin seperti salju hingga ke pegunungan yang mempunyai hawa sejuk cenderung sangat dingin. Hal yang bisa dilakukan adalah menghindari tempat wisata yang dingin dan apabila melewati daerah yang kebetulan ada perbukitan dan bersalju harus diimbangi dengan pakaian tebal hingga perlengkapan lainnya agar kedinginan yang ada dapat dihindari sebelum dan sesuadah memasuki daerah tersebut.

#4. Phobia Dengan Alat Komunikasi.
Zaman milenial sekarang ini sudah terjangkiti sebuat trauma atau phobia terhadap alat komunikasi, jika tidak ada koneksi internet di daerah tertentu apalagi smartphone tidak dapat "on" akan menjadikan sebuah kegelisahan akut termasuk terkoneksi internet dengan media sosial favorit akan menjadi traumatik. Nama phobia ini adalah Nomophobia, banyak sekali terjangkiti oleh generasi milenial yang sangat tergantung sekali dengan smartphone. Tidak hanya itu saja, saat smartphone low bat telah menjadi kegelisahan dan paket data telah mendekati habis sempurna akan terbentur semua kegiatan. Rasa hampa dan tidak lengkap akan menghantui sehingga terjadi ketergantungan sangat tinggi. Apabila traveler ada terjangkiti phobia ini maka segera di rehabilitasi untuk disembuhkan, secara bertahap dapat disesuaikan kembali dengan keadaan biasa sagar proses untuk sembuh total bisa segera teratasi.

#5. Phobia Saat Melakukan Perjalanan Jauh Serta Lama.
Sangat traumatik sekali di saat melakukan traveling dengan perjalanan jauh dan melelahkan. Kecemasan yang dirasakan saat menempuh perjalanan ini memang sangat menyiksa walaupun sebagian orang menganggap tidak begitu lama tetapi traveler ini merasa sudah terlalu jauh bahkan rasa ketakutan yang berkepanjangan tidak dapat menikmati perjalanan estafet yang banyak disenangi oleh para backpacker dengan pesona selama di perjalanan. Tersebut sebagai Hodophobia ini anstisipasi hanya memilih tempat wisata yang dekat tidak butuh waktu yang lama dan harus singkat. Jika estafet harus bertahap tidak terus menerus sehingga ada jeda buat dia untuk menenangkan diri dan istirahat untuk mengembalikan keadaan lebih tenang dan siap untuk melakukan perjalanan kembali.

#6. Phobia Tempat Luas Aeroacrophobia.
Seorang traveler saat menghadapi pemandangan tempat wisata yang luas menakjubkan terbuka tentu sangat menarik. Tetapi berbeda denga traveler melihat tempat ini akan membuat tubuh menjadi gemetaran hingga keringat dingin bercucuran hebat juga menimbulkan sakit kepala yaitu vertigo yang memberikan efek yang sangat berbahaya bagi kondisi tubuh. Jika ada traveler yang merasakan kondisi ini pastinya harus ada atensi untuk menjauhkan lokasi tempat wisata seperti pegunungan, pinggir tebing, hingga pemandangan luas seperti puncak gunung memberikan pemandangan lapang dan luas. Untuk mengatasi traveler seperti ini harus ada terapi dari dokter ahli agar dapat teratasi dan mampu menghadapi tantangan tempat wisata yang luas ini.


#7. Phobia Saat Ada Keramaian Enochlophobia.
Seorang traveler yang mempunyai ketakutan saat melihat keramaian seperti tempat wisata yang penuh dengan turis. Merasa kondisi sangat panik dan merasa terancam yang dikerumunin sama turis yang berjubel. Kondisi seperti inijuga berlaku pada pasar, shopping mall, bandara, hingga tempat keramaian lainnya yang banyak didatangi oleh turis. Jadi untuk menghindari keramaian ini pastinya harus berkunjung pada waktu wisata sepi terutama low season agar turis yang berkunjung di negara yang tersebut masih dalam zona friendly tidak ramai.

Apabila rekan atau bahkan diri anda sendiri yang merasa mempunyai salah satu jenis phobia ini atau lebih pastikan anda menyadari diri untuk bersiap diri hal apa yang akan dipertimbangkan agar traveling yang dipersiapkan ini tetap berjalan dengan baik. Walaupun ada kekuarangan tetapi harus ada solusi terbaik yang akan dilakukan supaya phobia yang diderita dapat diantisipasi dengan pilihan terbaik yang akan diterapkan, win-win solution sehingga timing trip yang dipersiapkan bareng dengan rekan lainnya dapat diwujudkan sebaik mungkin. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Jenis Phobia Traveler Saat Traveling: Jangan Menjadi Penghambat Saat Menikmati Liburan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel