Recents Posts

Thursday, March 7, 2019

Kesalahan Pendaki Pemula Menjadi Pelajaran Jangan Sampai Terulang: Jadikan Pengalaman Untuk Pertualangan Treking Pendakian Berikutnya Menjadi Lebih Baik Sempurna

Leave a Comment
Pengalaman yang telah dimiliki saat melakukan pendakian gunung membuat sifat yang terbentuk di dalam diri menjadi tangguh dan pastinya ada beberapa kesalahan yang telah anda buat menjadi sebuah pembelajaran untuk treking daki gunung berikutnya tidak terulang lagi. Berbagai banyak kesalahan ini tentu didapat pendakian sebelumnya di penjelajahan alam liar di gunung yang menjadi idaman anda yang telah dipilih. Bayangkan dengan kesalahan kecil atau bahkan konyol sekalipun akan memberikan pelajaran sangat penting bagi kehidupan anda seperti kesalahan memakai pakaian, lupa membawa senter, jas hujan, hingga salah membaca kondisi cuaca saat melakukan perjalanan sehingga anda masuk dalam zona tersesat.
Poto credit: backpacker.com

Semua kesalahan ini tentu akan memberikan hambatan saat anda melakukan perjalanan eksplor alam liar, muncul rasa nyesel ketulungan sampai nangis akibat tidak mempersiapkan perjalanan ini dengan serius sehingga anda dan tim muncul rasa gondok percekcokan yang berujung saling menyalahkan. Namanya perjalanan yang butuh kerjasama antar anggota yang ikut eksplor perjalanan ini menjadi muhasabah terhadap diri masing-masing. Tapi sudah pasti semua kesalahan ini membuat anda menjadi seorang yang akan berhati-hati sehingga pertualangan eksplor perjalanan berikut ini menjadi lebih percaya diri dan mulai mengerti apa hal yang sangat penting walaupun terlihat sangat kecil ukurannya dan mampu menyelamatkan anda saat berada di alam liar jauh dari keramaian penduduk. 

Apa saja kesalahan yang menjadi pembelajaran yang sangat penting untuk disikapi penting agar tidak terulangan kembali saat anda melakukan treking pendakian berikutnya, berikut penjelasan lengkapnya:

#1. Anda Tersesat Saat Pendakian Salah Arah.
Seorang pendaki ada masa saat tersesat saat proses pendakian gunung menjadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Seperti kehilangan arah tidak harus melakukan apa saat itu bahkan ada rasa panik menyerang yang mengakibatkan mental anda terpuruk dan terjadi ketakutan tingkat tinggi. Saat awal kaki melangkah betapa sempurnanya semangat anda untuk menyelesaikan misi pendakian ini, tetapi tiba-tiba anda salah memilih rute mengakibat tersesat menjadi semangat yang menggelora itu tiba-tiba hilang tanpa bekas. Namun disaat yang bersamaan anda masih beruntung saat  kejadian ini terjadi menjadi pengalaman yang sangat berharga sekali.

Saat anda tersesat ini memang memilih jalan yang salah bahkan petunjuk jalanan terlihat sama dan petunjuk arah menuju puncak samar-samar hingga tidak ada sama sekali. Setelah anda memilih jalur yang salah hal yang harus diperhatikan adalah tetap tenang dan jika memungkinkan untuk telusuri kembali jalan yang anda lalui tadi sampai menuju ke jalur awal menjadi salah langkah. Ada jalur yang sering dilalui oleh pendaki bahkan penduduk kampung untuk mencari kayu bakar.

Dari pelajaran ini pastinya anda mendapat pelajaran yaitu ada jalur yang sering dilalui oleh manusia. Pasti ada perbedaannya di saat anda berada di persimpangan yang memberikan efek membingungkan. Jika perlu alat navigasi kompas diperlukan agar kesalahan ini bisa diminimalisir. 

Faktor lainnya dapat terjadi pada diri sendiri disaat anda tidak cukup energi dan membuat diri cepat lelah. Seperti anda tidak mempersiapkan makanan yang cukup saat memulai melangkah dan jumlah minuman yang diminum sangat kurang. Kedua pola makan dan minum yang tidak memperhatikan kebutuhan seorang pendaki sangat minim mengakibatkan saat memilih keputusan terbaik menjadi kurang tepat sasaran. Jadi bagaimanan pun ada faktor eksternal dari alam liar dan faktor internal asupan makanan minuman yang kurang turut mempengaruhi.

#2. Terjadi Cedera Saat Pendakian Gunung.
Hal lain yang akan mempengaruh kenyamanan saat melakukan pendakian adalah momen cedera yang akan banyak menyita waktu hingga anggota tubuh yang vital tidak dapat digunakan beberapa saat. Cedera ini cukup bervariasi dimulai dari kaki kram, terkilir, hingga memar yang mungkin terjadi akibat benturan tertentu. Hal yang sangat perlu diperhatikan adalah disaat pasca cedera akan memberikan efek cukup parah apalagi berada di zona pendakian alam liar ini. Jadi, pengalaman bagi rekan yang telah merasakan momen cedera ini tentu menjadi pelajaran yang sangat berharga agar tidak terjadi kembali di eksplor pendakian berikutnya.

Hal yang terjadi saat cedera ini adalah tidak sesuai peralatan yang dipakai saat pendakian dan harus nyaman saat dipakai. Seperti terjadinya cedera punggung saat membawa tas backpack yang tidak standar hingga sepatu yang dipakai terlalu sempit dan tidak direkomendasikan sehingga terjadi luka lecet dan saat dipijak terpeleset dan terjatuh mengakibatkan anggota tubuh lainnya menjadi luka memar dan sulit untuk berjalan dengan baik. 

Antisipasi fenomena ini tentu saja pelajaran yang sangat berharga seperti memperhatikan semua hal yang sangat standar untuk diikuti dan jangan coba-coba untuk mengulang pengalaman pendaki lainnya agar kenyamanan saat pendakian nanti masih tetap anda miliki selama waktu yang telah dipersiapkan. Khususnya tas backpack memang harus membawa barang yang memang dibutuhkan dan harus mengetahui tata cara penyusunan yang baik sehingga saat disandang mempunyai tingkat berat yang sesuai dengan postur tubuh pendaki. Begitu juga dengan sepatu, pilih sepatu khusus gunung bukan sepatu sneker atau sport karena peruntukannya sangat berbeda. Untuk menjaga kaki tetap kekar untuk melangkah tanpa anda lecet dan treking yang akan ditempuh sesuai dengan rencana sampai ke puncak summit sesuai dengan rencana.

#3. Lupa Membawa Obat Penting Saat Mendaki.
Yang menjadi perhatian adalah lupa membawa obat penting saat mendaki nanti. Walaupun hanya obat ukurannya sangat kecil jangan sampai terlupakan. Obat ini termasuk dalam paket P3K yang harus disesuaikan dengan medan treking yang akan ditempuh. Obat standar yang dibutuhkan memang harus dipersiapkan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti sakit perut, luka, hingga sakit yang umum terjadi lainnya. Ya ibaratnya menjadi pertolongan pertama yang harus diberikan ya harus dari P3K yang telah standar jangan sampai terlupakan.

Belajar dari alam sangat dibutuhkan dan dicermati seperti pegunungan yang sangat ekstrim dengan udara san tiba-tiba hujan deres saat mendaki. Nah, obat yang sering terlupakan walaupun telah sering diingatkan adalah obat sakit kepala, demam, hingga mencret. Jadi, fenomena sakit ini sangat umum sekali terjadi disaat pendaki makan tidak teratur hingga serba instant mengakibatkan kondisi tubuh langsung drop dan harus diberikan obat penting seperti ini agar stamina cepat kembali sembuh.


#4. Melenceng Dari Itinerary Pendakian.
Ini lah yang terjadi disaat itinerary perjalanan yang telah ditetapkan dan waktu yang dipesiapkan sudah ditetapkan bahkan molor dari jadwal yang seharusnya sehingga waktu sampai ke rute tertentu terlambat sampai. Seperti anda sampai di zona shelter tertentu seharusnya istirahat hanya 10-15 menit menjadi molor sampai 30 menit akan menjadi pengalaman yang cukup menantang. Waktu saat pendakian ini sangat penting dan krusial, disaat anda berada di alam liar yang sangat natural sekali akan menjadi fenomena alam mendadak berubah secara tiba-tiba seperti saat memulai perjalanan cuaca baik-baik saja, tetapi saat diperjalanan tiba-tiba langsung hujan deras yang mengakibatkan perjalanan anda menjadi lebih tertantang lagi dan akan membahayakan keselamatan disaat anda masih dalam perjalanan yang seharusnya berada di shelter tujuan. 

Jadi, semua itineratuy perjalanan yang telah dipersiapkan ini harus disiplin jangan pernah molor dari kesepakatan agar keselamatan diri anda dan tim dapat dimulai dari rencana ini.

#5. Belum Mampu Beradaptasi Dengan Dunia Liar.
Seorang pendaki gunung pastinya mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan yang sangat kuat dan mampu mengambil tindakan yang tepat supaya zona bahaya yang ada dapat dihindari dengan mengambil keputusan yang sangat tepat. Tidak hanya itu saja, pendaki yang telah berpengalaman juga harus mampu membaca fenomena alam detik demi detik sehingga perhitungan waktu untuk sampai ke puncak segera dapat sampai tanpa ada keraguan. Inilah yang menjadi perhatian bagi pendaki pemula yang tidak mampu beradaptasi dengan baik sehingga terjadi perjalanan yang sangat berpengaruh terhadap keselamatan. Seperti saat melakukan perjalanan pendakian ini di musim yang tepat, bukan saat peralihan musim hujan ke musim kemarau. Di zona ini masih cukup riskan karena adaptasi sangat tinggi masih dibutuhkan.

Ada lagi hal penting, tidak paham dan minim informasi terhadap rute treking yang dilalui sehingga terjadi rute yang masih gelap dan raba-raba saja tanpa ada rencana yang sangat matang. Akibatnya adapatasi dengan lingkungan menjadi terbatas mengakibatkan keselamatan diri menjadi ancaman serius. 

#6. Lupa Membawa Plastik Penyimpanan Barang.
Benda yang sangat ringan menyelamatkan anda saat berada di zona pendakit. Plastik yang kami maksudkan ini sangat menyeluruh sampai menurupi tas backpack yang disandang hingga mengatasi hal genting lainnya yaitu hujan secara tiba-tiba untuk melindungi seluruh perlengkapan serta pendaki itu sendiri. Jangan pernah sampai terlupakan karena akan berpengaruh kepada beban berat yang akan dibawa saat hujan mengenaik barang bawaan hingga pakaian yang dipakai.

Tidak hanya itu saja, ada barang penting lainnya yaitu bantal plastik tiup untuk menyangga kepala saat tidur juga menjadi perhatian. Walaupun hanya berupa plastik jenis lainnya tetapi akan mempengaruhi zona nyaman saat pendakian nanti.

#7. Lain-lain.
Tentu saja anda melakukan pendakian tidak melupakan peralatan lainnya seperti selimut darurat, tenda anti air, hingga tempat penyimpanan tambahan yang melekat di tas backpack. Karena selimut yang dibutuhkan saat cuaca sudah mulai dingin di waktu malam membutuhkn selimut untuk melindungi tubuh tetap dalam hangat dan terbebas dari hipothermia tubuh. Potensi lupa bisa saja terjadi disaat kesalahan fatal yang dapat terjadi bisa mengancam nyama dan harus menjadi perhatian bagi para pendaki pemula.

FORMULA! mendaki gunung bukan tempat bercanda dan bermain-main, harus ada keseriusan untuk melakukan eksplor adventure ini sesuai dengan rencana yang dipersiapkan. Siapkan semua hal penting walaupun terlihat sepele tetapi menjadi crusial disaat sulit. Pengalaman seperti ini walaupun sebagian saja yang kami sampaikan saat mendaki gunung agar terhindar dari hal yang sangat membahayakan diri. Jadi selalu asah kemampuan anda untuk mengetahui dan pahami treking perjalanan nanti supaya tidak terjadi kesalahan hingga tersesat. Selalu ikut komunitas pendaki yang ada di media sosial agar anda mendapatkan pengalaman lainnya dari pendaki yang mampu memberikan informasi tambahan sehingga kenyamanan selama pendakian dapat anda dapatkan sempurna.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

0 Comments:

Post a Comment